
Memahami Multi-Tenant Architecture di SaaS Application
Panduan lengkap membangun arsitektur multi-tenant untuk aplikasi SaaS menggunakan schema-based isolation approach.
Pendahuluan
Multi-tenant architecture adalah pendekatan di mana satu instance aplikasi melayani banyak customer (tenant). Ini adalah fondasi utama dalam membangun aplikasi SaaS yang scalable.
Jenis Multi-Tenant
1. Database per Tenant
Setiap tenant memiliki database tersendiri. Keuntungannya adalah isolasi data yang sempurna, tapi biaya infrastruktur lebih tinggi.
2. Schema per Tenant
Satu database, tapi setiap tenant memiliki schema tersendiri. Ini adalah pendekatan yang saya gunakan di proyek Dompet Aman CMS SaaS.
3. Shared Schema dengan Tenant ID
Semua tenant berbagi tabel yang sama, dibedakan oleh kolom tenant_id. Paling hemat resource tapi isolasi paling rendah.
Implementasi dengan Node.js
const tenantMiddleware = (req, res, next) => {
const subdomain = req.hostname.split('.')[0];
const tenant = await resolveTenant(subdomain);
req.tenant = tenant;
next();
};
Kesimpulan
Pilihan arsitektur multi-tenant sangat bergantung pada kebutuhan bisnis, jumlah tenant, dan budget infrastruktur.
Tomi Hartanto
Senior Software Engineer
Backend developer dengan 8+ tahun pengalaman membangun sistem scalable. Menulis tentang arsitektur backend, database, dan DevOps.
Tomi Hartanto
Senior Software EngineerBackend developer dengan 8+ tahun pengalaman membangun sistem scalable. Menulis tentang arsitektur backend, database, dan DevOps.